Rumah Tradisional Bali
Salam, apa kabar teman-teman komunitas Hive dimana saja anda berada. Berharap kabar baik semua. Terimakasih Indonesia Hive community. Pada kesempatan ini saya mencoba menulis tentang Rumah Tradisional Bali.

Bali dengan alamnya yang indah mempesona serta tradisi masyarakatnya yang agraris dan religius, menciptakan bentuk-bentuk karya arsitektur tradisional. Rumah tradisional Bali memang berbeda dengan rumah tradisional lain yang umumnya berupa suatu organisasi ruang di bawah satu atap.

Rumah tradisional Bali merupakan beberapa bangunan yang berdiri sendiri dan berbentuk sesuai dengan fungsinya, serta semua berada dalam satu pekarangan. Selain itu dalam arsitektur tradisional Bali banyak petunjuk-petunjuk, tata cara, lengkap dengan pantangan-pantangan yang sangat erat hubungannya dengan peranan agama.


Beberapa bangunan di dalam pekarangan yang saya lihat seperti ada Bale Aling-aling bangunan ini dulunya berfungsi sebagai tempat untuk menulis dan membaca kitab Weda. Sekarang difungsikan sebagai tempat belajar.

Bale Jineng-jineng bangunan ini di gunakan sebagai tempat menyimpan padi maupun hasil pertanian lainnya.

Bale pawaregan bangunan ini merupakan dapur keluarga digunakan untuk kegiatan memasak maupun sebagai tempat makan.

Bale loji bangunan digunakan sebagai tempat istirahat sehabis kerja keras dan juga sebagai tempat menginap para tamu ketika menyelenggarakan upacara keagamaan.

Seperti yang dapat ditemukan pada tulisan-tulisan lontar yang dikenal dengan sebutan asta kosali, asta bumi, asta petali dan sebagainya. Beberapa elemen taman yang paling khas adalah gapura, tempat sesajen, pagar khas Bali, kolam hias serta beberapa jenis tanaman yang bernilai sakral.

Melewati pintu gapura masuk utama yang berupa gapura merah bata, kita langsung akan merasakan suasana yang menyejukkan. Taman yang asri dengan berbagai jenis tanaman tampak di tata secara alami. Tanaman Kamboja salah satu jenis tanaman yang dominan.

Arsitektur rumah tradisional Bali halaman luas,dengan gaya arsitektur vernakular yang kental dengan filosofi Hindu Bali, serta konsep harmoni hubungan manusia, alam dan Tuhan.

Terimakasih banyak sudah mampir.
Semua gambar diambil dengan menggunakan kamera handphone
Lokasi, Anjungan Bali TMII