Pengemis Kecil

Kemarin malam pas mau pulang, saya mampir ke salah satu minimarket yang tempatnya luas dan ada tempat duduknya. Nah disana saya duduk beristirahat sambil menikmati buah nanas kupasan yang baru saya beli di teras minimarket itu.
Pas lagi enak-enaknya makan itu buah nanas, tiba-tiba ada dua orang yang tiba-tiba muncul dan berjalan di teras minimarket. Sontak awalnya, saya pikir mereka hanyalah sepasang ayah dan anak yang mau berbelanja (awalnya kelihatannya begitu sih) di minimarket itu, tapi ternyata bukan. Mereka ternyata adalah pengemis dan terlihat jelas sang anak yang dituntun itu ternyata tunanetra.
Ada hal yang aneh dalam perilaku sang "ayah" yang selalu berjalan sambil menuntun anak itu untuk mendekati para pengunjung minimarket yang sedang duduk diteras itu sambil memegang tangan anaknya dan mengaturnya pada posisi menengadah untuk meminta-minta.
Terlebih lagi, "ayahnya" posisinya selalu dengan kepalanya menunduk dan topi dipasang menutupi wajahnya. Jadi seakan-akan memang menimbulkan kesan bahwa sang ayah juga adalah seorang yang buta, padahal tidak.
Pas pada saat ada seorang laki-laki berbaju hitam seperti yang di foto atas, memberikan sejumlah uang dan sebungkus makananan ringan. Tiba-tiba uangnya tanpa sengaja terjatuh, dan pada saat itu sang "ayah" agak ragu mengambilnya.
Ia sempat tertegun sesaat sambil melihat uang yang terjatuh itu, dan pada saat juga itu si pria berbaju hitam akan membungkuk mengambil uang itu. Ternyata di waktu bersamaan sang "ayah" juga ikut membungkuk untuk mengambil uang itu.
Setelah uang itu diambil oleh sang "ayah", ia pun melanjutkan mengemis pada orang-orang yang disekitar minimarket itu dengan menuntun sang anak kecil itu dengan tetap mengatur tanggannya agar tetap pada posisi menengadah.
Saya pun berkata kepada pasangan muda mudi yang di dekat saya, "Mas, itu pengemis kelihatannya nggak beres."
"Itu yang disuruh ngemis, anaknya yang buta. Kasihan yang ngemis anaknya, yang ngambil bagian ayahnya."
"Iya mas, bapaknya itu normal ya, bisa melihat ya?", si pengunjung laki-laki menjawab saya, dan saya pun mengangguk tanda mengiyakan.
Percakapan saya ini ternyata didengar oleh pasangan laki-laki baju hitam yang memberikan uang tadi. Ternyata mereka baru sadar kalau lagi kena permainan sandiwara pengemis tadi.
Sengaja si "ayah" menggunakan sang anaknya yang tunanetra untuk mendapatkan empati dan rasa iba dari para pengunjung sehingga mereka mau memberikan sedekahnya. Padahal itu adalah trik halus untuk "menipu" dan memperoleh uang dengan manfaatkan rasa empati dari pemberinya. (hpx)

Your content has been voted as a part of Encouragement program. Keep up the good work!
Use Ecency daily to boost your growth on platform!
Support Ecency
Vote for new Proposal
Delegate HP and earn more
Thank you🙏🏻
happyphoenix, pixresteemer sent you LUV. 🙂 (4/10) tools | trade | connect | daily
Made with LUV by crrdlx.
!DHEDGE
Sayang sekali ya om.
Banyak malahan yang seperti itu
!LUV !PIZZA
happyphoenix, ekavieka sent you LUV. 🙂 (3/5) tools | trade | connect | daily
Made with LUV by crrdlx.
Iya 😊
This post has been selected for upvote from our token accounts by @ekavieka! Based on your tags you received upvotes from the following account(s):
- @dhedge.bonus
- @dhedge.pob
- @dhedge.neoxag
- @dhedge.waiv
@ekavieka has 2 vote calls left today.
Hold 10 or more DHEDGE to unlock daily dividends. Hold 100 or more DHEDGE to unlock thread votes. Calling in our curation accounts currently has a minimum holding requirement of 100 DHEDGE. The more DHEDGE you hold, the higher upvote you can call in. Buy DHEDGE on Tribaldex or earn some daily by joining one of our many delegation pools at app.dhedge.cc.
$PIZZA slices delivered:
@ekavieka(4/5) tipped @happyphoenix
semoga sang anak dapat berkah dan rejeki nantinya
Itu gara-gara bapaknya asem pengen udud..
iya bisa jadi begitu😌